Sebagai Blogger, kita harus banyak belajar. salah satunya adalah belajar dari nyamuk. Nyamuk? Apa gak salah tuh? Bener! Kita dapat belajar etika-etika dalam ngeblog dari nyamuk. untuk lebih jelas tentang apa yang harus kita pelajari dari nyamuk, baca artikel buatan Cosa Aranda ini…
Dalam buku “Berbisnis Dengan Hati: The 10 Credos of Compassionate Marketing” karangan KH Abdullah Gymnastiar (ato lebih dikenal dengan panggilan AA Gym) bersama dengan Hermawan Kartajaya, sang dai pemimpin ponpes Daarut Tauhiid menyampaikan sebuah kisah yg cukup menarik untuk disimak. Berikut kutipannya (diambil dari halaman 26-28):
Saya pernah mendapat nasehat dari anak saya. “Pak, kita mah malu kalau hidup mengeluh. Lihat nyamuk, untuk mencari sesuap makanan saja dia harus bertarung dengan nyawanya.”
Nyamuk itu mencari makan saja sudah terancam. Dan sudah berapa banyak nyamuk tewas di tangan kita, ketika dia mencari nafkah. Anak saya bilang, “Lihat ketika nyamuk itu makan, Pak. Makan saja terancam.” Berapa banyak nyamuk yang terbunuh ketika makan, juga di tangan kita? Sudah selesai makan, tangki sudah penuh, mau terbang rasanya berat. Malu rasanya jadi manusia kalo kita terus-menerus mengeluh. Lihat nyamuk itu dari awal sampai akhir, mencari sesuap darah saja nyawanya terancam.
Membaca kisah itu membuat saya teringat pada masa-masa awal terjun ke bisnis AdSense. Berhubung masih cupu, yg saya lakuin cuman nongkrongin Digg buat cari berita-berita menarik dan kemudian copy-paste hasilnya ke blog. Kalo kebetulan gak ada yg worthed untuk diculik, situs-situs article resource jadi pemberhentian berikutnya. Selanjutnya sama aja, tombol Ctrl-C dan Ctrl-V beraksi.
Tidak cukup sampai di situ, kegiatan copycat ini juga menular ke masalah desain situs. Kalo nemu tampilan yg bagus, terutama bagian layout AdSense-nya, pasti gatel kalo gak ngopi. Apalagi kalo tau si pemilik situs punya earning yg gede. Tambah semangat deh.
Untung saat itu nyamuk gak bisa ketawa, karena saya pasti bakal diledekin habis-habisan. Mereka aja harus berjuang hidup-mati untuk bisa makan, eh lha ya kok saya pengennya dapet duit tapi gak mau kerja keras. Coba dipikir. Mana ada sih nyamuk yg nyolong darah hasil perjuangan temennya? Mana ada pula nyamuk yg nitip ambilin darah ama sodaranya? Masing-masing usaha sendiri, dan demikian seharusnya kita dalam bekerja. Untungnya lagi, saya udah bisa sadar tanpa harus nunggu ada nyamuk yg ketawa. Mungkin kalo sampe nyamuk ketawa duluan sebelum saya berubah, pasti ujung-ujungnya bukan malah sadar, tapi bisa-bisa mati berdiri saking kagetnya, hehehe.
Bagaimana dengan Anda? Apa Anda termasuk yg H2C takut nyamuk bakal ketawa, ato sebaliknya, bisa berbangga diri di depan mereka karena sejumlah digit di laporan pendapatan AdSense Anda adalah murni hasil jerih payah Anda sendiri?
============================================
Referensi
- Berbisnis Dengan Hati: The 10 Credos of Compassionate Marketing, KH Abdullah Gymnastiar & Hermawan Kartajaya, MarkPlus&Co, 2004
Artikel ini ditulis oleh Cosa Aranda dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 17 October 2006. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non-komersil selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak merubah separuh atau seluruh bagian dari isi.





